Rabu, 14 Februari 2018

15 Destinasi Wisata Yang Terdapat Di Kota Makassar Yang Wajib Anda Kunjungi



Sahabat Traveller, Sulsel adalah surganya wisata, banyak destinasi wisata yang ada di Makassar, maupun daerah disekitarnya, misalnya di Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Bulukumba, dll.

Makassar yang terkenal dengan kuliner khasnya seperti Pallubasa, Sop Konro, Sop Sodara, Mie Kering, Pallumara, Pallu Kaloa, Kapurung,Pisang Ijo, Pisang Epe, Coto Makassar, Sarabba dan masih banyak lagi.

Makassar ini memiliki berbagai tempat wisata yang indah. Berada di pesisir Pulau Sulawesi, kota ini populer dengan Pantai Losarinya. Tapi ternyata Makassar masih memiliki beragam tempat wisata andalan, mulai dari pantai sampai dataran tingginya.

Jangan sampai saat berada di Makassar, Anda tidak tahu harus ke mana. Agar tak menyesal karena melewatkan hal-hal menarik saat berkunjung ke Makassar nanti, berikut 15 tempat wisata di Makassar yang wajib masuk ke agenda liburan Anda:


1.Pantai Losari

Mampir ke pantai yang berada di Jalan Penghibur ini sudah menjadi kegiatan wajib bagi setiap pengunjung yang datang ke Makassar. Tempat wisata andalan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika biasanya pantai dikenal dengan pasirnya, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika Anda datang, Anda akan menemui beton di tepiannya. Tidak ada pasir bukan berarti pantai ini tak layak dikunjungi, ada banyak hal lain yang menarik dari tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan masih banyak lagi. Apa hal menarik lainnya dari sebuah tempat wisata? Tentu saja kulinernya. Ada banyak sajian kuliner khas Makassar yang bisa Anda nikmati di sini, mulai dari pisang epe, coto, sop konro sampai dengan es pallu butung.


2.Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam ini berada tak jauh dari kawasan Pantai Losari. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja ke-9. Pada awalnya, benteng dibangun dengan menggunakan tanah liat dan putih telur, sampai kemudian bangunan disempurnakan oleh raja ke-14.
Jika dilihat dari atas, bentuk benteng ini menyerupai seekor penyu yang sedang merangkak ke arah laut. Penyu dipilih karena binatang ini dapat hidup di air dan di darat, hal ini sesuai dengan Keajaan Gowa-Tallo yang berjaya di lautan maupun daratan.
Nama awal dari benteng ini adalah ‘Benteng Ujungpandang’ sampai pada saat benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan berganti nama menjadi Fort Rotterdam. Nama ini menjadi populer sampai sekarang. Pada zaman Belanda, benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah hasil rampasan dari Indonesia bagian timur.
Di dalam kompleks benteng, terdapat 13 bangunan dan lima buah menara dengan sebuah menara di pintu masuk, sedangkan empat buah menara lainnya ada di setiap sudut kawasan benteng. Ada juga sebuah museum yang disebut Museum La Galigo yang berisi koleksi benda-benda sisa kebesaran kerajaan dahulu. Selain itu, ada sebuah ruangan yang diyakini sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 18:00 dan gratis. Sedangkan untuk museum, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar 7.500 Rupiah per orang, Museum La Galigo buka setiap Selasa – Minggu, mulai pukul 08:00 sampai 12:30.


3.Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar menjadi sebuah ikon tempat wisata modern di kota ini. Dibuka pada tanggal 20 Mei 2009, Trans Studio berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektar. Di dalamnya, terdapapat 21 wahana dan empat zona permainan yaitu Studio Central, Cartoon City, Lost City, dan Magic Corner. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 10:00 sampai 19:00, kecuali pada akhir pekan dan hari libur nasional, Trans Studio Makassar buka sampai dengan pukul 21:00. Untuk tiket masuk, Anda akan dikenakan biaya sebesar 100.000 Rupiah pada hari biasa, 175.000 Rupiah pada akhir pekan dan 200.000 Rupiah saat ada event tertentu di sini.


4.Pantai Akkarena

Selain Pantai Losari yang lagi hits saat ini, objek wisata di Makassar ada juga pantai yang sudah sejak lama dibuka seperti Pantai Akkarena. Fungsi utama dari pantai ini adalah sebagai dermaga tempat berlabuhnya kapal-kapal yang mengantarkan wisatawan berkeliling di sekitar laut Makassar. Selain itu juga, di pantai ini anda bisa menikmati indahnya matahari terbenam serta mencoba fasilitas lain seperti banana boat, loker, tanam hidangan, flying fish, air jetskii dan tempat parkir yang luas.

5.Pulau Gusung

Di Makassar memang banyak pulau yang saat ini dijadikan destinasi wisata, salah satunya Pulau Gusung ini. Berletak tidak jauh dari Kota Makassar, untuk menuju kesana anda bisa melalui Dermaga Popsa dengan menyewa kapal yang hanya memakan waktu 10 menit. Tahukah anda ? Pulau Gusung awalnya adalah tanggul yang seiring berjalannya waktu menumpuk menjadi pasir putih sehingga terbentuk pulau kecil seperti saat ini.


6.Pulau Kayangan

Berwisata ke pulau kecil di tengah laut memang mempunyai sensasi yang berbeda. Melalui Dermaga Popsa, anda bisa coba menjelajahi pulau kayangan yang hanya berjararak 20 menit. Meskipun hanya pulau kecil, namun banyak fasilitas yang bisa anda nikmati disini seperti resortoran, resort maupun olahraga air ( jetsky, banana boat, dan kolam renang). Kamu juga bisa menikmati indahnya gemerlap kota Makassar melalui pulau ini disaat malam hari.


7.Pulau Lae-Lae

Dengan berpenghuni 2000 jiwa, Pulau Lae-Lae yang merupakan peninggalan jepang ini bisa anda datangi dengan motor boat dari dermaga yang berada di depan Fort Rotterdam. Tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 – 15 menit. Selain menyewa balai bambu untuk bersantai ria sambil menikmati indahnya pemandangan Pulau Lae-Lae, di pulau ini sebenarnya ada situs peninggalan terowongan bawah tanah saat perang dulu. Namun, kini tidak dapat dijelajahi lagi karena jalan masuknya sudah tertimbun
.

8.Pulau Kodingareng Keke

Salah satu pulau tak berpenghuni, Pulau Kodingareng Keke berjarak kurang lebih 14 menit dari pusat Kota Makassar. Adapun daya pikat yang menjadikan tempat ini ramai karena air lautnya yang berwarna warni biru muda, biru toska sampai biru tua. Jadi, kalau anda pecinta snorkeling anda harus coba menyelam di sekitar pulau ini untuk menikmati pemandangan alam bawah laut dan biota laut yang mempesona dan tiada duanya. Namun, hal yang perlu anda perhatikan adalah bahwa di tempat ini tidak terdapat fasilitas apapun. Semua harus anda persiapkan sendiri sebelum berkunjung kesini seperti perbekalan makan, snorkeling, dll.


9.Pulau Samalona

Berletak cukup dekat dengan Pantai Losari, Pulau Samalona ini merupakan surganya terumbu karang seperti halnya Gili Trawangan yang ada di Lombok. Pulau ini sudah cukup terkenal di dunia, sehingga tidak heran lagi kalau ramai akan wisatawan lokal dan mancanegara yang datang hanya untuk menyelam dan menikmati indanya alam bawah laut. Jadi, kalau anda berkunjung ke Pantai Losari, wajib hukumnya untuk mencoba destinasi Pulau Samalona.

10.Desa Wisata Lakkang

Lokasi desa yang begitu asri dan sangat unik belom lagi jauh dari hiruk-pikuk kota Makassar, menjadikan desa ini ramai dikunjungi wisatawan untuk refreshing. Berletak di kecamatan Tallo, desa ini berbentuk delta karena dikelilingi oleh sungai-sungai. Selain itu, banyak objek yang memanjakan anda yang berkunjung disini yaitu seperti adanya pepohonan yang berusia tua, daerah pertanian, empang dan kawan nelayan. Dan yang tidak ketinggalan lagi adalah, adanya peninggalan bunker jepang yang berada dalam 7 titik.


11.Pantai Tanjung Bayang

Di Makassar Anda tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati keindahan guna mengisi liburan. Di Pantai Tanjung Bayang kita bisa mendapatkan semuanya, kesenangan dan keindahan. Pantai Tanjung Bayang terletak di kelurahan Barombong, kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan. Dari pusat kota, pantai ini hanya berjarak sekitar 4 km. Kelebihan utama pantai Tanjung Bayang karena lokasinya yang menghadap ufuk barat di selat Makassar. Hal itu membuat Anda bisa memandangi sunset sepuasnya. Matahari terbenam di pantai Tanjung Bayang merupakan hiburan favorit warga sekitar dan wisatawan yang sedang berlibur di Makassar. Menyenangkan sekali melihat matahari kemerahan mulai masuk ke garis horizon. Matahari yang disambut lautan itu membuat pemandangan di pantai Tanjung Bayang menjadi jingga. Belum lagi perahu para nelayan yang hilir mudik. Saat matahari tenggelam mereka beringsut pergi melaut.


12.Pantai Tanjung Anging mamiri

Pantai Anging Mamiri (begitulah orang menyebutnya, bukan ‘angin’). Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, sekitar 20 menit-an, dengan menggunakan motor maupun- ke arah luar kota melewati daerah Tanjung Bunga. Dari sini anda bisa terus mengarah ke wilayah kabupaten Gowa dan Takalar. Pantai Anging Mamiri ini sebetulnya adalah satu kesatuan pantai dengan tempat rekreasi pantai Akarena (yang berada sebelum pantai Anging Mamiri) kemudian pantai Tanjung Merdeka dan pantai Tanjung Bayam (yang berada setelah pantai Anging Mamiri ini). Konon, penamaan yang berbeda ini hanya disebabkan oleh perbedaan manajemen saja. Alasannya masuk akal juga, karena sebagai contoh, pengelolaan pantai anging mamiri diserahkan pada masyarakat sekitar pantai tersebut tinggal. Baik parkir, retribusi masuk maupun pondokan-pondokan yang berada di tepi pantai.


13.Pantai Tanjung Merdeka

Pantai Tanjung Merdeka Makassar berbatasan langsung dengan Pantai Barombong. Meskipun Pantai Tanjung Merdeka berada dalam kawasan Tanjung Bunga akan tetapi pantai ini diluar otoritas Town Management Tanjung Bunga dalam hal ini PT GMTD Tbk. Untuk memasuki pantai ini dari kota Makassar adalah melalui Jalan Metro Tanjung Bunga, terdapat jalan masuk yang diapit oleh dua cluster perumahan Tanjung Bunga yaitu cluster Rosewood dan cluster Blossom. Anda akan mendapati pos tempat membeli karcis sebelum memasuki pantainya.
Disekitar Pantai Tanjung Merdeka Makassar kebanyakan adalah rumah-rumah penduduk setempat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Diantara rumah-rumah penduduk tersebut terdapat beberapa pondok atau villa-villa sederhana baik yang berbahan bangunan kayu maupun beton yang disewakan.


14.Bugis Waterpark

Bugis Waterpark makassar merupakan salah satu tujuan rekreasi wisata menarik di Kota makassar. Berlokasi di perumahan bukit baruga, Waterpark dengan konsep bugis ini Menawarkan beragam wahana permainan air yang lengkap dan patut untuk dicoba. Meyediakan kolam renang baik untuk dewasa maupun anak-anak. Tidak hanya itu, Bugis Waterpak juga menawarkan banyak wahana dan atraksi-atrakasi menarik yang semuanya seru dan meyenangkan pastinya. Wahana yang bisa dimainkan antara lain : Multislide dan free fall, body slide, black hole & rafting slide, whirpool, kidspool dan tentu masih banyak lagi. Wahana yang lengkap tentu akan sia-sia jika tidak dilengkapi fasilitas yang memadai. Namun, di Bugis Waterpark Makassar tidak perlu khawatir dengan fasilitas. Waterpark ini bahkan pernah mendapatkan penghargaan untuk fasilitas toilet yang sangat bersih.


15.Desa Nelayang Salodong

Masih dalam area pelabuhan, suasana sepi juga ditemukan di Kantor Administrasi PPI Untia & tempat pembongkaran ikan yang sebelumnya jadi lokasi audiensi Jokowi dengan para nelayan sesaat peresmian PPI Untia 26 November 2016 lalu. Dua lokasi yang bersebelahan itu sama sekali ngga ditemukan seorang pun pegawai atau staf. Akibatnya, ngak ada nelayan yang mau mengurus administrasi hasil tangkapannya. “Pokoknya mulai diresmikan dari Presiden Jokowi yang dihadiri Menteri Susi Pudjiastuti (Menteri KP) dengan sejumlah mentri daerah, PPI Untia ini enggak pernah ada kapal yang membongkar ikan hasil tangkapannya,” kata Abdul Rasyid, masyarakat Kampung Untia Salodong Hal itu dibenarkan Daud alias Rangga yang kesehariannya sebagai security bagian pintu masuk PPI Untia. Saat ditemui di pos penjagaan, Daud mengiyakan baru-baru ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo serta rombongan sempat menyambangi PPI Untia untuk mengecek fakta informasi yang menyebutkan nelayan ogah berlabuh di pelabuhan ikan yang diresmikan Presiden Jokowi itu. 
Rencanakan Tujuan Wisata and Bersama kami Indra Wisat tour & travel

Pantai-Pantai Cantik Yang Tersembunyi di Kabupaten Bulukumba Yang Wajib Anda Jelajahi

Pantai-Pantai Indah Namun Tersembunyi di Sekitar Bira Bulukumba 


Sahabat Travellers, pada kesempatan kali ini, Berakhir Pekan akan berbagi aritkel mengenai Pantai Pantai Indah nan Fantastis Disekitar Pantai Bira Bulukumba Sulawesi Selatan. Yup selama ini kita cuman mengenal Pantai Pasir Putih di Bira Bulukumba, ternyata Usut punya usut ada banyak pantai indah yang tak kalah dengan Indahnya Pantai Di Bali. Berikut ini Pantai Indah Namun Tersembunyi di Bira Bulukumba.


Pantai dan Tebing Apparalang Bulukumba

Pantai Apparalang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pantai Apparalang ini memiliki panorama pantai yang sangat indah dengan tebing-tebing yang curam dan batuan karang, sehingga dijuluki Raja Ampat versi Bulukumba. Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat Anda serasa di pantai pribadi karena memang Pantai Apparalang ini tak seramai dan sepopuler Tanjung Bira, namun hal itulah yang biasanya dicari para wisatawan yang menginginkan ketenangan saat berlibur maupun menginginkan berwisata di tempat yang tak mainstream. Di pantai ini, Anda dapat melihat keindahan pantai di atas tebing sambil menikmati sejuknya angin yang berhembus. Anda pun bisa melihat deburan ombak yang menghantam karang dan tebing atau merasakan jernihnya air pantai dengan turun langsung ke bawah tebing menggunakan anak tangga dari kayu yang sudah disediakan. Biasanya di sini juga sering dijadikan tempat memancing bagi penduduk lokal. Namun perlu diingat, jangan membuang sampah sembarangan dan tetap jaga kebersihan serta kelestarian lingkungan dimanapun Anda berlibur. Karena lokasi Pantai Apparalang berdekatan dengan Pantai Tanjung Bira, maka akses menuju ke Pantai Apparalang sama dengan jalur atau rute ke Pantai Tanjung Bira yang pernah saya ulas sebelumnya. Akses ke Pantai Apparalang masih satu jalur dengan Tanjung Bira, kurang lebih 30 menit perjalanan dari Tanjung Bira. Jika masih bingung, kurang lebih 5 km sebelum memasuki Tanjung Bira, Anda akan menjumpai pertigaan jalan menuju ke SMKN 6 Perkapalan Bulukumba. Di pertigaan tersebut belok kiri lalu Anda akan melewati SMKN 6 Perkapalan Bulukumba, setelah itu Anda akan menjumpai Gerbang Pantai Apparalang. Setelah memasuki gerbang, Anda akan menjumpai lahan parkir yang luas. Sebenarnya jarak Pantai Tanjung Bira dan Pantai Apparalang tak terlalu jauh, namun akses jalannya yang masih sulit. Perjalanan menuju ke Pantai Apparalang lebih baik ditempuh menggunakan motor (ada banyak rental motor di Tanjung Bira) ataupun menggunakan mobil SUV yang tangguh karena kontur jalan yang curam, berbatu, dan berlubang.


Pantai Samboang Bulukumba

Secara administratif pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro, kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, letaknya pun hanya beberapa kilometer dari pantai apparalang. Butuh waktu tidak kurang dari 5 jam dari Kota Makassar untuk sampai ke pantai Samboang. Arti kata samboang sendiri berasal sari bahasa konjo “Sambo” yang berarti bersenang – senang sehingga pantai Samboang adalah tempat yang cocok untuk bersenang – senang bersama keluarga dan rekan –rekan anda. Perjalanan menuju pantai samboang cukup mudah karena jalur yang dilewati sangat mulus dengan aspal hitamnya menuruni bukit diantara perumahan warga sekitar. Untuk memudahkan pengunjung maka dibuatkan sebuah penanda besar yang bertuliskan “Pantai Samboang” Selanjutnya kita hanya perlu menuruni jalanan naik turun sekitar 1 km. Jalanan yang kita lewati dari puncak gunung ternyata membelah 2 pantai Samboang. Saat memasuki kawasan pantai anda akan kagum dengan pasir putih yang begitu luas sejauh mata memandang di sebelah kanan maupun kiri anda, bahkan pengunjung dapat berlarian diatas pasir hingga 50 meter ke arah lautan lepas. Pantai ini memberikan keindahan pasir putih yang begitu luas bahkan sejauh mata memandang anda hanya dapat melihat pasir putih yang sangat halus. Suasana pantai Samboang masih cukup sepi dibandingkan pantai bira. Terdapat beberapa buah gazebo kecil, pepohonan kelapa yang melambai tertiup angin dan hanya terdengar suara deru ombak di tengah laut.Walaupun pantai Samboang cukup sepi tetapi beberapa rumah makan dan tempat penginapan sudah ada disini. Biaya penginapan di tempat hanya berkisar antara Rp. 100.000-200.000 untuk satu malam.


Pantai Kasuso Bulukumba

Pantai Kasuso, perpaduan pasir putih yang halus, air yang jernih dan pulau karang di bibir pantainya. Jika berkunjung ke Kabupaten Bulukumba, jangan lupa untuk mendatangi Pantai Kasuso. Selain punya batu besar di tepi pantai, mayoritas penduduknya didominasi oleh perempuan. Kedengarannya seperti sebuah kata dari bahasa Jepang, akan tetapi ini hanya nama pantai yang terletak di bagian timur Bulukumba. Pantai Kasuso juga disebut kampung perempuan. Menurut penduduk setempat, dikatakannya kampung perempuan karena banyak ditinggal suami ketika berlayar mencari ikan. Makanya jika traveler berkunjung ke Pantai Kasuso, penduduk yang banyak dijumpai adalah perempuan. Pantai Kasuso merupakan destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Bulukumba, karena banyak dikunjungi oleh traveler. Akhir-akhir ini diperkirakan ribuan yang mendatangi Pantai Kasuso per minggunya. Pantai Kasuso memberikan alam yang begitu indah dengan lautan yang membiru serta pantai yang berpasir putih. Di pantai ini pula Anda bisa menemukan batu besar di pinggiran pantai layaknya pulau kecil.
Jalur : Makassar ke Kota Bulukumba, di Kota Bulukumba ambil jalur menuju kawasan Wisata pantai tanjung Bira. Kira-kira 6 Kilometer sebelum mendapatkan Tanjung Bira, kita akan mendapatkan pertigaan yang di dekat pertigaan tersebut ada bangunan yang atapnya di cat berwarna biru mencolok, jika ke Kiri maka kita akan tembus ke Ara, dan jalur ini juga yang dileati jika hendak ke Apparalang. Karena kita akan ke Kasuso, maka kita tidak boleh belok kiri, alias kita harus mengambil jalur lurus. Kira-kira 2 atau 3 kilometer setelah pertigaan tersebut kita akan mendapatkan kembali pertigaan di sebelah kiri. Jika diperhatikan secara seksama tiang yang tertanam yg dipasangi papan-papan kecil di pinggir jalan tersebut, kita akan mendapatkan papan paling bawah bertuliskan KASUSO 4KM dengan gambar panah arah ke kiri. Jika ragu silakan bertanya pada warga sekitar, malu bertanya bensin habis. Jika sudah yakin arah tersebut betul ke Kasuso, maka silakan berbelok ke kiri memisah dari jalur menuju Pantai Tanjung Bira. Silakan ikuti jalur tersebut sampai dapat penurunan dan jalan berkelok-kelok. Di ujung penurunan tersebut kita akan mendapatkan perkampungan, perkampungan tersebut adalah DUSUN KASUSO, untuk menuju ke pantai silakan bertanya pada Warga. Pantai terletak di sebelah kanan. Selamat menikmati.  Alamat: pantai kasuso, Darubiah, Bonto Bahari, Darubiah, Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan 92571 Provinsi: Sulawesi Selatan.

Pantai Mandala Ria Bulukumba

Penamaan Mandala Ria diambil dari cerita pada beberapa tahun silam yang menceritakan tentang seorang Panglima Mandala yang memesan 24 kapal pendarat untuk pembebasan Irian Jaya dari Kolonial. Kapal yang dipesan memang tak terlalu besar, namun meskipun begitu pasukan yang diberi julukan armada semut ini berhasil mengalahkan Belanda. Lalu, apa keistimewaan Pantai Mandala Ria? Saat berada di sini kamu akan disambut dengan hamparan pasir putih dan gua-gua yang berada di sekitar pantai yaitu Gua Passea dan Gua Passohara. Gua Passohara berada tak terlalu jauh dari Pantai Mandala Ria, di dalam gua ini terdapat sumber mata air yang sudah berusia ribuan tahun. Saat kamu ingin masuk ke dalam Gua Passohara  ini sebaiknya kamu berhati-hati karena kamu harus menuruni bebatuan sedalam 30 meter yang licin dan gelap. Tak jauh dari Gua Passohara sekitar 4 Km dari Bundaran Desa Ara terdapat Gua Passea yang merupakan situs pemakaman. Jika kamu dari Bulukumba, maka kamu harus menempuh jarak sekitar 34-35 km untuk sampai ke Pantai Mandala Ria, dari sini kamu akan menemukan tulisan “Pantai Mandala Ria”. Dari tulisan ini kamu bisa belok kiri dan lurus saja. Maka kamu akan menemukan Pantai Mandala Ria.


Pantai Ujung Tiro Bulukumba

Pantai Ujung Tiro, namanya belum terlalu menggema seperti pantai-pantai lainnya yang ada di pesisir Bulukumba, seperti Pantai Tanjung Bira, Pantai Bara, ataupun Pantai Apparalang. Terletak di Desa Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, kira-kira membutuhkan jarak tempuh sekitar 60 hingga 90 menit dari Kota Bulukumba, ibukota kabupaten Bulukumba.
Menjangkau Pantai Ujung Tiro, tidak terlalu susah, karena lokasinya sejalur dengan Pantai Apparalang, Pantai Mandala Ria dan Pantai Samboang. Lokasinya bahkan bisa dikatakan satu kompleks dengan Pantai Samboang. Jika dari Kota Bulukumba bisa mengambil jalur poros menuju Pantai Tanjung Bira, setelah tiba di pertigaan antara Desa Ara dan Desa Bira, selanjutnya mengambil jalur menuju Desa Ara. Terus-terus sampai mendapat Gerbang Pantai Samboang yang terletak di pinggir jalan raya. Jika sudah tiba di gerbang Pantai Samboang selanjutnya belok kanan sampai mentok pada pertigaan, lalu belok kiri terus-terus sampai mendapat papan penunjuk arah yang bertuliskan Pantai Ujung Tiro, belok kanan lagi. Ikuti terus jalan, hati-hati karena jalannya sangat sempit, licin dan berbatu. Nanti di ujung jalan akan ada sebuah rumah yang disampingnya ada lahan parkir, disitulah tempat memarkir kendaraan. Tetapi jangan kaget yah, uang parkirnya Rp.30.000 untuk Mobil. Jangan lupa melihat pemandangan sebelah kanan saat sudah memasuki jalan sempit yang berbatu.
Pantai Ujung Tiro, jika dilihat secara sekilas mirip Tanah Lotnya Bali, atau Pantai Balekambang nya Malang. Kondisi Pantai Ujung Tiro agak mirip dengan Pantai Apparalang, yaitu pantai karang. Sepanjang garis pantainya, laut langsung berbatasan dengan tebing karang, sehingga tak ada garis pantai yang berupa pasir seperti di Pantai Samboang atau Pantai Bara atau Pantai-pantai lainnya di Bulukumba. Pantai Ujung Tiro berupa sebuah pulau karang yang besarnya mungkin hanya sebesar rumah. Sebuah jembatan kayu yang mungkin panjangnya kurang lebih sekitar 10 meter menjadi penghubung antara pulau karang ini dengan daratan Pulau Sulawesi. Pantai Ujung Tiro cocoknya untuk bersantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang bertiup di tengah-tengah jembatan kayu tersebut. Pantai Ujung Tiro merupakan surga bagi pecinta fotografer dan selfie.


Pantai Panrang Luhu Bulukumba

 Sebelum kita memasuki lokasi Wisata Pantai Tanjung Bira, ada sebuah lokasi yang menarik untuk dikunjungi yakni Pantai Panrang Luhu. Panrang Luhu berarti Pekuburan Orang Luwu.  Pasir putih, barisan pohon kelapa yang menghampar sepanjang pantai, dan lautnya yang biru menyambut saya ketika sampai di tempat ini. Desa ini merupakan sebuah perkampungan tradisional pinggir pantai yang masyarakatnya dikenal sebagai pengrajin kapal Pinisi. Makanya, pas ke sini diizinkan untuk melihat-lihat proses pembuatan kapal, bahkan naik ke kapalnya yang tingginya melebihi pohon kelapa. Panrang Luhu berada di kabupaten Bulukumba berjarak 190 km sebelah tenggara dari Kota Makassar dan 37 km dari kota Bulukumba. Kampung ini merupakan bagian dari kampung Ara yang berada satu wilayah dengan Bonto Bahari.
Dari kejauhan ketika akan masuk ke Pantai Panrang Luhu, dari kejauhan kita sudah bisa melihat deretan Kapal-kapal Pinisi berukuran raksasa. Beberapa kapal kayu yang masih dalam proses pembuatan berdiri di atas pasir putih ditopang dengan tiang-tiang kayu besar nampak begitu mencolok di antara pemandangan indah pantai ini.


Pantai Lemo-Lemo Bulukumba

Pantai Lemo-lemo, berbeda dengan Pantai Pasir Putih Tanjung Bira, keberadaan pantai ini mungkin masih asing di telinga para wisatawan. Letaknya sekira 300 meter dari Pantai Pasir Putih Tanjung Bira,  melewati bukit-bukit kecil dan jalan berkelok. Berbeda dengan Pantai Pasir Putih Tanjung Bira yang hampir tak ada pepohonan, Pantai Lemo-lemo menyuguhkan suasana yang sejuk. Hutan dengan tumbuhan heterogen yang berada di sekitar pantai, membuat suasana di pantai ini terasa sejuk meski sinar matahari menyengat. Memasuki Kawasan Pantai Lemo-lemo, pengunjung akan disambut nyiur melambai dan sekelompok orang yang sedang membuat perahu besar. Suasana pantai menjadi kental setelah mendengar riuh ombak dan suara kicauan kawanan burung yang hinggap di pepohonan. Pantai Lemo-lemo begitu sunyi, pasirnya putih, dan airnya masih jernih. Dari kejauhan, terlihat aktivitas para nelayan yang sibuk dengan perahunya. Di sisi lain, hanya ada burung-burung yang bermain di tepian pantai.


Pantai Bara Bukukumba

Soal indah, Pantai Bara dan Pantai Bira ibarat saudara kembar. Selain namanya yang mirip, letaknya sama-sama di Bulukumba, Sulsel. Pantai pasir putih nan lembut dan laut biru ada di sini. Pantai Bara memang belum setenar Tanjung Bira. Meski demikian, pemandangan di sini tak kalah menarik. Hamparan pasir putih dipadukan dengan tenangnya laut dari arah Flores, membuat kita betah berlama-lama di Pantai Bara. Jarak yang lumayan jauh membuat pantai ini jarang didatangi pengunjung. Bagi pecinta ketenangan pasti akan betah berlama-lama di Pantai Bara. Dari Pantai Tanjung Bira kita harus menempuh jalan berbatu dan hutan sekitar 5 km. Ada baiknya tidak terlalu sore, karena banyak babi hutan.


Pantai Marumasa Bulukumba

Pantai Marumasa merupakan pantai dengan luas area pantainya tidak terlalu panjang namun memiliki pemandangan yang cukup eksotis dengan barisan pohon kelapa di sepanjang tepi pantainya. Pantai ini merupakan salah satu objek wisata yang belum banyak dikenal oleh wisatawan. Pengunjung objek wisata ini masih sangat kurang olehnya itu, pantai ini belum banyak di ekspos oleh Wisatawan dan masih terlihat alami. Sepanjang Pantai banyak perahu/sampan yang terparkir ini disebabkan karena selain dijadikan tempat wisata, pantai ini juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memarkir perahu/sampan yang biasaya mereka gunakan untuk menangkap ikan. Lokasi Pantai Marumasa secara administratif terletak di desa Darubiah Kecamatan Bontobahari. Terletak pada kordinat 120°27’33.67″ BT dan 5°34’31.69″ LS. Lokasi ini berjarak sekitar 36 kilometer dari pusat Kota Bulukumba.
Untuk menuju ke Pantai Marumasa, disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak adanya kendaraan umum yang menjangkau Pantai tersebut. Kondisi jalannya lumayan buruk untuk dilalui karena jalan menuju pantai belum diaspal ataupun dibeton. Olehnya itu pengunjung harus berhati-hati melewati jalan tersebut. Untuk masuk ke lokasi objek wisata ini, tidak dikenakan biaya sama sekali. Hanya saja belum adanya dukungan pengembangan dan pelestarian di lokasi wisata ini sehingga tidak ada tersedia fasilitas lain yang mendukung berbagai aktivitas wisata. Jika ingin bermalam di Pantai, pengunjung harus membawa tenda dan makanan sendiri, karena tidak adanya penginapan dan warung yang disediakan di sekitar pantai tersebut.pengunjung harus berhati-hati melewati jalan tersebut.
Itulah beberapa pantai pantai indah dan fantastis yang terletak di dekat pasir putih bira bulukumba, sebenarnya masih banyak pantai pantai indah tersembunyi di sekitar pantai bira, antara lain Pantai Bajange bulukumba, Pantai Basokeng bulukumba, Pantai Liukang Loe Bulukumba, Pantai Merpati Bulukumba. Namun pada lain kesempatan kita bahas secara singkat

25 Tempat Wisata Yang Menarik di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa – Sahabat Travellers, pada kesempatan kali ini Berakhir pekan akan share artikel mengenai 25 Tempat Wisata Terbaik yang ada di kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya Telah diulas tempat wisata Maros, Makassar, Pangkep, Barru dan Bulukumba, baiklah langsung saja disimak Destinasi Wisata Terbaik di Kabupaten Gowa Saat ini:
25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa

1.Air Terjun Takapala

Pelangi di Air Terjun Takapala
Mengunjungi air terjun Takapala, Anda akan menemukan sebuah keindahan alam yang begitu sempurna. Air terjun ini diapit oleh tebing-tebing batu yang sebagiannya ditumbuhi rerumputan hijau. Pancaran cahaya pelangi di lokasi air terjun Takapala juga akan menambah rasa kagum Anda tentunya. Air terjun ini berada tak jauh dari perkebunan Teh Malino Highland. Gemuruh airnya terdengar sangat indah. Sebuah spot foto terbaik yang tak jauh di kota Makassar. Bagi Anda yang ingin mandi, Anda dapat mandi di kolam pemandian yang berada tepat berada di bawah air terjun ini. Tapi hati-hati, karena untuk turun ke air terjun ini Anda harus melewati bebatuan yang amat licin. Dan jika musim hujan tiba sebaiknya Anda menghindari mandi di lokasi air terjun ini karena debit air sangat deras.
2.Danau Tanralili
Menikmati akhir pekan Anda, tak ada salahnya jika mengunjungi tempat yang satu ini, Danau Tanralili. Sejuta keindahan alam ditawarkan oleh danau yang terletak di kaki Gunung Bawakaraeng, Malino, Kabupaten Gowa ini. Danau Tanralili kini mulai tak asing di telinga masyarakat. Kabarnya, tak hanya para pendaki saja yang kerap kali mengunjungi Danau Tanralili, bahkan masyarakat biasa yang tidak tergabung dalam komunitas pecinta alam banyak yang tertarik untuk menyaksikan langsung panorama alam di danau ini. Untuk sampai ke Danau Tanralili, jika memulai perjalanan dari Makassar maka rute yang ditempuh adalah ke arah Malino, Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa yang berjarak sekitar 68 kilometer dari Makassar. Jalan menanjak, turun, dan berliku normalnya bisa ditempuh sekitar 2-3 jam. Sampai di Kota Malino, perjalanan dilanjutkan ke Desa Lengkese. Untuk sampai ke desa ini, masih bisa dicapai dengan kendaraan. Desa ini merupakan pemberhentian sebelum para pengunjung menuju Danau Tanralili.
3.Wisata Kebun Gowa
Kebun Gowa adalah salah satu sarana wisata tepat bagi Anda penikmat Agrowisata. Di kebun wisata ini terdapat berbagai jenis buah-buahan seperti mangga, nangka, serta pohon lain seperti cemara. Taman Wisata ini ditata sedemikian rupa sehingga nampak begitu indah. Tanaman hias berjajar rapi dengan kondisi taman cukup bersih. Beragam hal dapat Anda nikmati di tempat wisata ini seperti memancing, berenang, wisata kuliner, bermain ATV, sepeda listrik dan scuter. Tempat wisata ini merupakan salah satu tempat favorit para keluarga menghabiskan waktu libur mereka. Letaknya berada di jalan Poros Malino, Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Makassar. Untuk memasuki lokasi wisara Kebun Gowa ini Anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000,- pada hari biasa dan Rp20.000,- pada saat akhir pekan.
4.Air Terjun Banrtimurung II Parangloe
Air Terjun Parangloe adalah salah satu wisata alam terindah di Kabupaten Gowa, yang layak untuk Anda kunjungi saat berlibur ke Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Air terjun bertingkat yang memiliki susunan batu menarik ini terletak di Desa Bori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan atau berjarak 20 kilometer dari kota Makasar. Air Terjun Parangloe masih sangat alami dan masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan.
5.Benteng Somba Opu
Salah satu bangunan bersejarah lainnya adalah keberadaan Benteng Somba Opu. Bangunan peninggalan kesultanan Gowa pada abad ke 16 ini merupakan bangunan indah yang sangat kaya nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bangunan Benteng Somba Opu sendiri sebenarnya telah terendam oleh ombak pasang dan hancur. Namun, pada tahun 1990 Benteng ini kembali dipugar. Tak hanya benteng, di lokasi ini juga terdapat museum, meriam dan bangunan rumah adat khas bugis. Benteng Sumba Opu merupakan tempat yang amat sayang untuk Anda lewatkan. Di tempat ini Anda dapat mengenal khazanah sejarah Indonesia lebih dalam. Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Dan jaraknya hanya 7 kilometer dari kota Makassar.
Jauh di pedalaman Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Air Terjun Pelangi mengalir indah menghipnotis. Di sini aliran air dari tebing bebatuan terjun hingga 10 meter. Aliran air yang jatuh membuat kolam alami yang cukup dalam dan luas. Kira-kira dapat menampung hingga puluhan orang berenang bersama. Air kolamnya memang terlihat menggoda, namun pengunjung harus hati-hati saat berenang. Sebab kedalaman air di dekat air terjun mencapai 6-7 meter. Papan peringatan di sekitar air terjun sengaja dipasang untuk mengingatkan. Tetapi, bukan hanya itu keindahan yang ditawarkan Air Terjun Pelangi. Panorama alam yang masih alami, rimbunan pohon hingga sejuknya udara hanya beberapa diataranya. Nuansa alamnya begitu kental dengan warna hijau. Terdapat tebing-tebing tinggi ditutupi oleh tumbuhan. Ada juga kebun milik warga yang ada disisi air terjun. Lokasi air terjun pelangi berada Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Hanya ada satu papan informasi menujukan lokasi air terjun. Jika tidak jeli atau malas bertanya, akan sulit menemukannya. Perjalanan menuji Desa Jonjo pun tak kalah memukau. Bila biasanya jembatan dibuat melayang diatas aliran Air, berbeda dengan yang satu ini. Jembatan dibuat menyatu dengan aliran sungai. Hanya ada dua rungga kecil yang dialiran air.
7.Air Terjun Bulan
Air Terjun Bulan merupakan air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter. Ait terjun ini terletak di Lingkungan Lembang Bata, Kelurahan Gattarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Saking tingginya, pemandangan derasnya air pada dasar air terjun tersebut hanya menghasilkan gumpalan embun saja. Hal tersebut dikarenakan banyaknya bebatuan yang memecah jatuhan air terjun hingga menjadi embun. Namun untuk menikmati keindahan alam tersebut, harus dibayar dengan jerih payah dalam perjalanan menuju muka air terjun bulan. jalur transportasi yang rumit, dan akses yang bermacam ragam, seperti jalur sungai, jalan setapak, dan mendaki turun perbukitan, telah diketahui juga perjalanan nya benar-benar menyita banyak waktu, yaitu bisa sampai 2-3 jam (tergantung kondisi).
8.Bendungan Kampili
Berkunjung ke bendungan merupakan sebuah aktivitas yang cukup unik dan asyik. Salah satu bendungan yang punya pemandangan super keren di Gowa adalah Bendungan Kampili. Alam yang hijau, air yang jernih dan bebatuan unik serta cantik dapat dijadikan lokasi bersantai dan berfoto yang menarik. Selain itu, di bendungan ini Anda juga dapat melakukan aktivitas memancing yang merupakan salah satu aktivitas yang sangat seru. Bendungan ini terletak di Desa Kampili Kecamatan Pallangga, Gowa. Untuk masuk ke lokasi ini gratis dan pada saat-saat tertentu Anda akan dikenakan biaya parkir. Alam yang hijau dan keunikan Bendungan Kampili membuatnya benar-benar layak untuk Anda kunjungi.
9.Air Terjun Biroro
Air terjun Biroro ini terletak di desa Biroro kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggi Moncong, kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar 2 KM dari kota Malino. Jalan menuju ke daerah ini lumayan sulit karena akses jalan yang banyak tanjakan dan turunan serta kondisi jalan yang masih berlubang sehingga mesti hati-hati jika berkendara ke tempat ini. Jarak air terjun dari akses jalan sekitar 200 meter. Kita mesti berjalan kaki untuk menuju lokasi air terjun. Dalam perjalanan itu kita akan disuguhi oleh hamparan persawahan yang luas yang bertingkat-tingkat. Panorama di tempat ini sungguh indah. Setelah itu kita akan menuruni jalan setapak yang berbatu-batu dan melewati jembatan bambu. Disekitar daerah ini tumbuh tinggi subur bambu-bambu dengan ukuran yang cukup besar.
Salah satu tempat wisata favorit di Gowa adalah berkunjung ke Malino Highlands. Sebuah tempat yang menawarkan pemandangan indah yang amat tak biasa. Dikelilingi pegunungan dan bebukitan hijau serta keindahan perkebunan teh merupakan pemandangan yang sangat menyejukkan mata Anda. Cuaca yang dingin dan kabut yang menyapa di pagi hari terasa indah sembari bersepeda atau berkuda di tempat ini. Bahagia itulah kesan yang didapatkan ketika berkunjung ke perkebunan yang dilengkapi kebun binatang mini ini. Taman bunga, air terjun dan beberapa spot sangat menarik untuk Anda kunjungi di Malino Highlands. Pesona keindahan yang sangat mengagumkan. Untuk memasuki kawasan ini Anda akan dikenakan biaya masuk Rp50.000,- untuk dewasa dan Rp25.000,- untuk anak-anak.
11.Air Terjun Kaloro Larang
Air Terjun Kaloro larang atau diartikan dalam bahasa Indonesia dalah air terjun sungai dalam terletak di tompobo pao Gowa, Air terjun kaloro larang menawarkan panorama nan indah yang membuat liburanakhir pekan anda menjadi berarti.
12.Wisata Kuliner Bendungan Bili-Bili
Salah satu tempat makan yang sangat direkomendasikan adalah di sekitar Bendungan Bili-Bili. Di lokasi bendungan ini terdapat berbagai macam hidangan kuliner yang sangat lezat dengan harga yang terjangkau. Beragam jenis ikan seperti Mulai dari Ikan Patin, Ikan Mas, Ikan Lele, hingga ayam kampung dapat Anda nikmati di tempat ini. Pemandangan yang indah di bendungan ini dijamin akan menambah selera makan Anda. Wisata Kuliner Bendungan Bili-Bili terletak di Desa Bili-Bili, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Bagi Anda pecinta kuliner, sayang rasanya untuk melewati tempat ini.
13.Air Terjun Banttimurung Gallang
Lokasi Desa Pao berbatasan langsung dengan dua kabupaten yakni Sinjai dan Bone. Kabupaten Sinjai dapat ditempuh 15 menit dan Kabupaten Bone selama 1 jam. Air terjun yang berada 70 km arah timur Kota Sungguminasa ditempuh dalam waktu 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.atau sekitar 80 km arah Timur Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Air terjun ini bernama Bantimurung Gallang. Air terjun Bantimurung Gallang bisa ditempuh dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Ketika Tribunners ini mencapai air terjun ini tak bisa menggunakan kendaraan. Karena berada di kaki gunung, maka persiapkan kaki dan paha untuk menyusuri jalan setapak menukik yang masih berbatu cadas. Pohon pinus mengelilingi air sehingga menyuguhkan pemandangan hijau ditambah dengan hamparan hijau persawahan gunung dan perkebunan sayur.
14.Pemandian Lembah Biru
Ingin menikmati kesegaran air biru dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Maka lembah biru Malino adalah pilihan yang tepat. Sengat mentari yang bersinar di pagi yang cerah terasa begitu indah jika Anda berenang di tempat ini. Air yang bersih dan sejuk akan memberikan ketenangan tersendiri bagi Anda. Dikeliling tempat ini Anda akan melihat bebukitan indah. Sangat recomended bagi Anda yang gemar berenang dan penikmat suasana amat santai.
15.Air terjun Lembanna
Air terjun LembannaAir terjun selanjutnya yang bisa kita temui di Malino adalah air terjun Lembanna. Air terjun Lembanna ini juga terletak di lingkungan yang asri dan hijau seperti air terjun kebanyakan. Air terjun ini juga terletak di tengah hutan. bedanya dengan air terjun Parang Bugisi, air terjun Lembanna ini lebih tinggi namun alirannya tidak begitu deras dan tidak akan membahayakan anda. Air tejun Lembanna ini juga mempunyai aliran air yang bercabang menjadi dua sehingga terlihat unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi air terjun ini dan membuat banyak para wisatawan yang ingin dapat berkunjung ke tempat wisata air terjun lembanna ini.
16.Lembah Ramma
Salah satu spot terindah di Malino adalah Lembah Ramma. Bagi Anda para petualang, tempat ini sangat cocok jadi jalur trekking dan tempat kemah Anda selanjutnya. Berada di lokasi ini Anda akan melihat pemandangan alam yang sangat menyejukkan mata. Bukit-bukit hijau mengelilingi Lembah yang terletak di kaki gunung Bawakaraeng terlihat begitu eksotis. Pilihan alternatif selain mendaki puncak. Bawakaraeng. Untuk melakukan trekking ke lembah ini jangan lupa persiapan bekal dan fisik yang matang.
17.Padivalley Golf Club
Padi valley Golf Club berlokasi di daerah Gowa. Dari Kota Makassar hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai disana. Tempat main golf ini telah memenangkan banyak award bergengsi dan menjadi lapangan golf dengan 18 hole kelas dunia yang pertama dan satu-satunya di Sulawesi Selatan.
18.Air Terjun Ketemu Jodoh
Di daerah pegunungan yang bernama Malino, sebuah air terjun bertengger indah. Tepatnya di Bulutana, Lingkungan Bonto Te’ne. Oleh warga sekitar, air terjun itu diberi nama Air Terjun Ketemu Jodoh. Meski jarak tempuh dari Kota Makassar ke lokasi Air Terjun Ketemu Jodoh terbilang sangat jauh, yakni berkisar 90 km, keindahannya bakal membayar lunas rasa lelah di perjalanan. Karena derasnya, percikan air terjun yang jatuh dari ketinggian itu seakan memberi sensasi pijatan ketika mengenai tubuh. Ada yang unik di balik kisah penamaan Air Terjun Ketemu Jodoh. Menurut seorang pengelola tempat wisata itu, Kuha (67), air terjun tersebut ditemukan oleh bangsawan kampung bernama Karaeng Bulu Takapala pada 1982. Saat berada di air terjun itu, kata Kuha, Karaeng melihat ada seorang lelaki asing yang sedang mengucapkan ikhtiar menghadap air terjun. Lelaki itu rupanya tengah mengadukan nasibnya yang saat itu yang belum menemukan pendamping hidup atau jodoh. Selang sekitar beberapa menit, lelaki itu pun menemukan jodohnya. Perempuan berparas cantik muncul di belakangnya. Mereka pun saling akrab dan akhirnya berujung membangun rumah tangga yang utuh.
19.Balla Lompoa Gowa
Selain wisata alam dan wisata religinya, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) juga terkenal dengan wisata sejarah. Destinasi wisata sejarah tersebut berkaitan dengan Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Adalah Museum Balla Lompoa, destinasi wisata sejarah ini rekonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936. Arsitektur bangunan ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Museum diibangun di atas lahan seluas satu hektar yang dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi. Bangunan ini terdiri dari dua bagian, yaitu ruang utama seluas 60 x 40 meter yang di dalamnya terdapat kamar pribadi raja, tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, bilik kerajaan dengan luas masing-masing bilik berukuran 6 x 5 meter, dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x 4,5 meter. Bangunan ini banyak dilengkapi jendela yang merupakan cirri khas rumah bugis dengan ukuran masing-masing jendela adalah 0,5 x 0,5 meter. Museum ini merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa. Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu, pada tahun 1936. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa berarti rumah besar atau rumah kebesaran.
20.Makam Syekh Yusuf Tuanta Salamaka
Di tanah Sulawesi selatan, makam Syaikh Yusuf al-Makassari berada di sebuah kompleks. Di dalam kompleks terdapat kubah berukuran 11 x 11 meter. Di dalam kubah tersebut terdapat 11 makam termasuk makam Syaikh Yusuf. Makam-makam lainnya adalah istri dari Sultan Gowa, I Sitti Daeng Nisanga, yang berada di sisi kiri dan Raja Gowa, Sultan Abdul Jalil, yang berperan besar memulangkan jenazah Syekh Yusuf. Sembilan makam  lainnya adalah pengikut ulama besar tersebut yang masing-masing bernama Mappadulung Daeng Mattimung, Karaengta Panaikang, Syekh Abd. Basyir, Tuang Loeta, I Lakiung, Tanri Daeng, Tanri Uleng, Tanri Abang dan Daeng Ritasammeng. Karena bernilai sejarah, makam tersebut kini menjadi cagar budaya yang harus dipeliharan karena dilindungi Undang-undang.
21.Makam Sultan Hasanuddin
Makam Sultan Hasanuddin , obyek wisata sejarah terletak di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama dimakamkan pula Sultan Alauddin (Raja yang mengembangkan agama Islam pertama di Kerajaan Gowa) dan disebelah kiri depan komplek makam, terdapat lokasi tempat pelantikan raja Gowa yang bernama Batu Pallantikan. Akses ke kawasan Makam Sultan Hasanuddin sangat dekat dari Kota Makassar ,menggunakan kendaraan darat 30 menit.
22.Makam Arung Pallakka
Makam Arung Palakka di kelurahan sama dengan Makam Sultan Hasanudddin, yaitu di Desa Katanga, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Letak makam sekitar 200 m, dari tepi jalan, melewati sebuah jalan mendaki ke atas yang agak sempit yang langsung menuju ke arah makam. Ia lahir pada hari Jumat, 15 September 1635, di sebuah desa yang bernama Lamotto, Mario-ri Wawo, Soppeng. Ayahnya bernama Lapattobune Aru Tana Tengga dan ibunya bernama We Tennisui, yang adalah puteri Raja Bone XII. Arung Palakka meninggal di Bontoala, sebuah desa di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada 6 April 1696. Gerbang masuk Makam Arung Palakka terkunci ketika kami tiba. Memenuhi permintaan kami, seorang pria paruh baya melompati pagar makam untuk memberitahu penjaga makam. Beberapa menit kemudian seorang wanita muncul dan tanpa bertanya ia mengurai gembok, membuka pintu pagar, dan mempersilahkan kami masuk ke kompleks makam yang cukup luas itu.
23.Masjid Tua Katangka
Masjid Al-Hilal atau lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka adalah salah satu masjid tertua di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dinamakan Masjid Katangka karena berlokasi di kelurahan Katangka, kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Selain itu, masjid ini disebut Katangka, karena bahan baku dasar dari masjid tersebut diyakini diambil dari pohon Katangka.
24.Gunung Bawakaraeng
Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai. Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.
25.Puncak Kanreapia
Kawasan Kanreapia, khususnya perkebunan Markisa, memiliki pemandangan yang indah dan udara yang sangat sejuk. Tak hanya panorama pegunungan yang jarang ditemui sehari-hari, wiasatawan juga dapat mencicipi buah markisa sebelum diolah menjadi minuman segar. Jika dibandingkan dengan markisa yang dihasilkan di daerah lainnya, markisa yang dihasikan dari desa Kanreapia ini rasanya lebih segar dan bermutu tinggi. Rasanya yang khas membuat markisa asal Kanreapia menjadi primadona. Kawasan Malino ini memang menjadi habitat terbaik tumbuhan markisa dikarenakan udaranya yang sejuk dan kelembapan yang tinggi. kawasan Malino tidak hanya menyuguhkan hamparan kebun markisa saja namun kebun sayur-sayuran juga seperti kol, kentang, sawit, dan sayuran lainnya.[